Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Tanda Tanya

Memilikimu memang sebuah ketidakmungkinan untuk terjadi. Terkecuali jika Pencipta memang sengaja menuliskan takdir bersatu bagi kita. Menunggumu, bukanlah satu hal yang bisa kujanjikan. Hingga detik ini saja, aku sudah merasa lelah. Memang aku tidak menyesali perasaan sepihak ini. Namun, ada kalanya hatiku merengek kesakitan, juga nalar yang berteriak memintaku berhenti. Berhenti untuk menaruh sepenuh rasa terhadap sosok yang selalu berusaha berpaling. Juga memintaku berhenti untuk menyakiti hati tanpa henti. Kedamaian setelah bertemu denganmu, tak lagi kutemukan. Kamu seolah meluluhlantakkan sejagatku. Raga yang seharusnya mampu menopang tubuh ini dengan tegap, menjadi lemas tak berdaya. Pemikiran cerdas yang dimiliki, seolah digerogoti rayap hingga berubah menjadi bodoh- rasanya otakku seperti kayu yang mudah rapuh. Juga hati yang seharusnya kujaga, malah kuberikan pada sosok yang jelas jelas sudah tidak jelas. Ada apa dengan diriku? Apa aku sedang berada di mabuk asmara? Sepe...

Tentang Sebuah Langkah

Kamu tau, setiap detik yang kulalui terasa begitu berharga ketika bersamamu. Arah langkahku terasa lebih terang bila diiringi langkahmu juga. Berada di sampingmu untuk sementara waktu, ternyata mampu menenangkan batinku. Mendengar suaramu, aku jadi terpikir untuk menurunkan intonasi berbicara. Melihat bagaimana caramu bersikap, aku jadi mengerti tentang menempatkan diri pada suatu keadaan bila bersamamu. Pada intinya, darimu aku banyak belajar. Tentang hal apapun itu. Dari hal kecil hingga ke yang besar sekalipun. Aku baru sadar, ternyata rasanya semenyenangkan ini. Ketika bersamamu, aku tidak bisa lagi berpikir untuk menyepelekan suatu perkara. Dengan caramu yang selalu mengingatkanku untuk bersikap, aku merasa senang karena ada yang mengingatkan. Karena sebelumnya, sepertinya tak ada yang peduli dengan apa yang kulakukan, salah atau benar, mereka acuh. Bahkan sangat acuh. Berbeda halnya ketika kamu ada, mungkin kamu tidak memperhatikan, hanya saja peka dengan keadaan. Sehingga...

Sebuah Renungan

Pernahkah kamu berada pada titik di mana segala usahamu hanya berakhir sia-sia? Setelah semua pengorbanan yang kamu lakukan tak membuahkan hasil apapun. Tidak seperti yang diharapkan. Rasanya seperti berada dalam titik rendah kehidupan. Terancam musnah seperti spesies yang terus diburu sehingga tak lagi memiliki harapan hidup yang lebih lama. Tidak hanya kamu yang merasakannya, tapi aku juga pernah berada di posisi seperti itu. Jujur, aku tidak tahu bagaimana caranya bangkit di waktu itu. Yang bisa kulakukan hanyalah merenung. Apapun yang telah kulakukan, berbagai kesalahan ataupun kebenaran yang pernah kubuktikan semuanya aku renungkan. Memikirkan apa yang membuat semua itu terjadi. Iya alasannya. Memang benar kan, sesuatu terjadi pasti ada alasannya. Jika tidak ada, bagaimana sesuatu itu bisa terjadi? Tidak hanya merenung. Tapi juga mencari dan belajar. Mencari makna dan mempelajarinya. Berusaha melihat segala sesuatu dari berbagai sisi dan menghilangkan ego sejenak. In...

Kisah Tanah Eropa

Jujur, aku mulai jatuh cinta pada setiap negeri yang ada disana. Sama seperti aku jatuh cinta padamu di hari itu. Nggak nyambung juga sih, hubungannya Eropa sama kamu itu apa? Tapi aku punya jawabannya; alasanku jatuh cinta pada negeri-negeri itu adalah karena aku tau, bahwa suatu hari nanti salah satu negeri di tanah Eropa itu akan kamu tapaki. Karena aku tau, bahwa untuk beberapa waktu ke depan kamu akan menjadikan salah satu negeri itu sebagai tempatmu menimba ilmu. Juga karena aku tau, bahwa salah satu dari negeri-negeri itu ada yang paling kamu suka dan menjadikanmu semangat untuk menata masa depan. Iya, di negeri itulah kamu akan tinggal. Kamu pernah bilang bahwa kamu tak ingin sekadar tinggal sementara di sana, tapi kamu ingin selamanya berada di sana. Dan jika nanti kesuksesan telah kamu raih, kamu berjanji untuk membawa kedua orang tuamu menetap bersama di sana. Dan kamu juga berjanji, untuk memulai hidup baru bersama wanita yang kelak menjadi cinta terakhirmu. Walaupun k...

Teruntuk Hati Yang Patah

Aku paling nggak ngerti, kenapa selalu aja ada manusia yang merasa bahwa dirinyalah yang paling tersakiti, dirinyalah yang paling terzalimi atas berbagai kejadian yang menimpa mereka. Dan mereka ngerasa kayak gitu tanpa melihat ke sisi lain, di mana masih banyak orang yang memiliki masalah hidup jauh lebih berat dari masalahnya. Kalau dilihat-lihat, masalah hidup orang itu tuh nggak jauh dari patah hati, atau segala sesuatu yang berurusan dengan hubungan nggak jelas. Bahkan ada juga yang mikir, kalau masalah patah hati itu adalah sesuatu yang cukup serius dan cukup bahaya - saking sakitnya -dibanding masalah lainnya. Heran sih kenapa masih ada yang punya pemikiran kayak gitu. Padahal kalo dipikir-pikir, perihal patah hati itu bukanlah hal yang mesti dibesar-besarkan. Karena pada dasarnya, patah hati akan semakin sakit jika kamu terlalu mendramatisir keadaan yang sebetulnya nggak usah dibikin drama. Persoalan patah hati itu bisa jadi sesuatu yang serius dan membahayakan, terg...

Melepasmu

Melepasmu adalah keputusan terberat yang harus kupilih. Mau tidak mau, rela tidak rela, aku memang harus melepasmu. Seperti menjadi kewajibanku untuk membiarkanmu bebas demi sesuatu yang seharusnya menjadi kebahagiaanmu. Terbebas dari apa yang membuatmu merasa terpaksa. Terbebas dari rasa yang kau usahakan untuk terus ada. Berusaha memberiku hati walau hatimu tak sanggup memberinya. Keadaanku denganmu tak lagi sama. Namun kenangan bersamamu akan menjadi pemanis kisah. Seolah kenangan itu menjadi melodi disetiap hari-hariku. Perlahan waktu membawamu kembali padanya. Aku paham, bahwa aku bukanlah orang yang kau jadikan sebagai tujuan terakhir, melainkan dia. Sampai akhirnya aku harus merelakan sosokmu yang mulai berpaling padanya. Ketika aku mengerti maksud dari hadirmu. Aku tersadar bahwa ternyata kamu tidak benar-benar ingin menetap. Bisa dibilang kamu hanya datang untuk sekedar singgah. Lalu pulang tanpa pamit dan menyisakan kenangan manis yang harus kutelan pahit. Sikapmu y...

Sebuah Ucapan Terima Kasih

Untukmu. Aku ingin berterima kasih. Karenamu, aku memiliki semangat untuk berubah. Karena hadirmu, aku belajar untuk menghargai sebuah keberadaan. Walaupun akhirnya aku harus merelakanmu. Tapi aku ikhlas, karena aku yakin itu adalah yang terbaik untukmu dan juga untukku. Lagipula sebagai manusia biasa, sudah seharusnya mengharap yang terbaik kan? walaupun yang terbaik menurut-Nya belum tentu bisa kita terima dengan utuh. Bertemu denganmu bukanlah kejadian yang bisa ku rencanakan. Begitu pula ketika aku jatuh hati padamu. Tak ada alasan bagiku untuk menjatuhkan hati padamu. Yang ku tau adalah, aku bahagia dengan rasa ini. Entah itu mencintai atau hanya menyukai. Tapi aku nyaman dengan ketidakpastian rasaku. Disertai berbagai risiko sakit hati yang menanti, aku berusaha bertahan selagi bisa. Pernah aku dibuat bingung dengan pertanyaan dari orang-orang,   " Kenapa kamu semudah itu jatuh hati padanya? " Jujur saja, aku hanya membungkam. Diam seribu bahasa. Aku begitu b...

Aku, Kau & Dia

Kisah ini dimulai sejak aku mengenalmu. Sebuah kejadian yang tak pernah ku sangka ternyata telah membuka pintu kesempatan untuk mengubah kata ‘ aku dan kau ‘ menjadi ‘ kita ‘. Namun, kata itu sepertinya hanya pantas diperuntukkan bagi seseorang yang tengah berharap akan kehadiranmu dalam hidupnya, seperti aku. Kamu adalah kamu. Dan aku adalah aku. Tidak seharusnya kata ‘ kau dan aku ‘ berubah menjadi ‘ kita ‘. Kenapa? Karena keberadaanmu hanyalah menyimpan segudang pertanyaan yang tak kunjung terjawab. Ya, berbagai pertanyaan muncul dalam benakku. Ingin rasanya aku mengutarakan semua pertanyaan itu padamu. Tapi tidak sekarang. Aku menunggu waktu yang tepat. Sama sepertimu, kau bilang akan mengatakan sesuatu padaku suatu hari nanti. Ketika aku tanya padamu tentang apa yang hendak kau katakan, kau enggan untuk menjawabnya, karena katamu, hal yang akan disampaikan kelak adalah mengenai isi hatimu padaku selama ini. Sejak saat itu. Sikapmu pun berubah. Kau menjadi sosok lain yang ...

Surat Dari Masa Lalumu

Hai.. Ini aku, masa lalumu. Bagaimana kabarmu saat ini? Aku berharap kamu dalam keadaan baik-baik saja. Lama tidak berjumpa. Jujur aku merindukanmu, walaupun rindu yang kurasa sudah tak sama lagi dengan rinduku dulu. Sebelum kata kita diantara kamu dan aku berakhir, mungkin rasa rindu ini tidak bisa disamakan dengan rindu yang kurasa saat ini. Aku menulis surat ini karena aku ingin menghubungimu setelah sekian lama kita tidak bertemu dan memutuskan komunikasi. Kabar serta cerita harian darimu sudah tak lagi terlihat di ponselku. Dentingan notifikasi yang penuh darimu sudah tak terdengar lagi di telingaku. Dan aku sangat merindukan hal itu. Hari dimana kita berjumpa, saling bertegur sapa, melemparkan senyuman hangat terhadap satu sama lain, dan merasakan getaran berbeda di hati. Mungkin hal seperti itu sudah biasa kita lakukan di masa lalu. Tapi sekarang itu berubah menjadi hal tidak biasa dan sudah tak terjadi lagi. Jangankan bertegur sapa, menatap wajah saja sudah tidak mau. Ke...