Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2019

Melepasmu

Melepasmu adalah keputusan terberat yang harus kupilih. Mau tidak mau, rela tidak rela, aku memang harus melepasmu. Seperti menjadi kewajibanku untuk membiarkanmu bebas demi sesuatu yang seharusnya menjadi kebahagiaanmu. Terbebas dari apa yang membuatmu merasa terpaksa. Terbebas dari rasa yang kau usahakan untuk terus ada. Berusaha memberiku hati walau hatimu tak sanggup memberinya. Keadaanku denganmu tak lagi sama. Namun kenangan bersamamu akan menjadi pemanis kisah. Seolah kenangan itu menjadi melodi disetiap hari-hariku. Perlahan waktu membawamu kembali padanya. Aku paham, bahwa aku bukanlah orang yang kau jadikan sebagai tujuan terakhir, melainkan dia. Sampai akhirnya aku harus merelakan sosokmu yang mulai berpaling padanya. Ketika aku mengerti maksud dari hadirmu. Aku tersadar bahwa ternyata kamu tidak benar-benar ingin menetap. Bisa dibilang kamu hanya datang untuk sekedar singgah. Lalu pulang tanpa pamit dan menyisakan kenangan manis yang harus kutelan pahit. Sikapmu y...

Sebuah Ucapan Terima Kasih

Untukmu. Aku ingin berterima kasih. Karenamu, aku memiliki semangat untuk berubah. Karena hadirmu, aku belajar untuk menghargai sebuah keberadaan. Walaupun akhirnya aku harus merelakanmu. Tapi aku ikhlas, karena aku yakin itu adalah yang terbaik untukmu dan juga untukku. Lagipula sebagai manusia biasa, sudah seharusnya mengharap yang terbaik kan? walaupun yang terbaik menurut-Nya belum tentu bisa kita terima dengan utuh. Bertemu denganmu bukanlah kejadian yang bisa ku rencanakan. Begitu pula ketika aku jatuh hati padamu. Tak ada alasan bagiku untuk menjatuhkan hati padamu. Yang ku tau adalah, aku bahagia dengan rasa ini. Entah itu mencintai atau hanya menyukai. Tapi aku nyaman dengan ketidakpastian rasaku. Disertai berbagai risiko sakit hati yang menanti, aku berusaha bertahan selagi bisa. Pernah aku dibuat bingung dengan pertanyaan dari orang-orang,   " Kenapa kamu semudah itu jatuh hati padanya? " Jujur saja, aku hanya membungkam. Diam seribu bahasa. Aku begitu b...