Kisah ini dimulai sejak aku mengenalmu. Sebuah kejadian yang tak pernah ku sangka ternyata telah membuka pintu kesempatan untuk mengubah kata ‘ aku dan kau ‘ menjadi ‘ kita ‘. Namun, kata itu sepertinya hanya pantas diperuntukkan bagi seseorang yang tengah berharap akan kehadiranmu dalam hidupnya, seperti aku. Kamu adalah kamu. Dan aku adalah aku. Tidak seharusnya kata ‘ kau dan aku ‘ berubah menjadi ‘ kita ‘. Kenapa? Karena keberadaanmu hanyalah menyimpan segudang pertanyaan yang tak kunjung terjawab. Ya, berbagai pertanyaan muncul dalam benakku. Ingin rasanya aku mengutarakan semua pertanyaan itu padamu. Tapi tidak sekarang. Aku menunggu waktu yang tepat. Sama sepertimu, kau bilang akan mengatakan sesuatu padaku suatu hari nanti. Ketika aku tanya padamu tentang apa yang hendak kau katakan, kau enggan untuk menjawabnya, karena katamu, hal yang akan disampaikan kelak adalah mengenai isi hatimu padaku selama ini. Sejak saat itu. Sikapmu pun berubah. Kau menjadi sosok lain yang ...
" Ketika bibir ini tak mampu berucap. Mungkin tulisan ini bisa menyampaikannya padamu "