Aku paling nggak ngerti, kenapa selalu aja ada manusia yang merasa bahwa dirinyalah yang paling tersakiti, dirinyalah yang paling terzalimi atas berbagai kejadian yang menimpa mereka. Dan mereka ngerasa kayak gitu tanpa melihat ke sisi lain, di mana masih banyak orang yang memiliki masalah hidup jauh lebih berat dari masalahnya. Kalau dilihat-lihat, masalah hidup orang itu tuh nggak jauh dari patah hati, atau segala sesuatu yang berurusan dengan hubungan nggak jelas.
Bahkan ada juga yang mikir, kalau masalah patah hati itu adalah sesuatu yang cukup serius dan cukup bahaya -saking sakitnya-dibanding masalah lainnya. Heran sih kenapa masih ada yang punya pemikiran kayak gitu. Padahal kalo dipikir-pikir, perihal patah hati itu bukanlah hal yang mesti dibesar-besarkan. Karena pada dasarnya, patah hati akan semakin sakit jika kamu terlalu mendramatisir keadaan yang sebetulnya nggak usah dibikin drama.
Persoalan patah hati itu bisa jadi sesuatu yang serius dan membahayakan, tergantung dari cara pandangmu dan juga cara kamu menyikapinya. Ada yang kalau patah hati, dia cuman nangis berhari-hari sampai matanya bengkak, ada juga yang melakukan hal bodoh; bunuh diri. Cuman gara-gara patah hati. Kesannya, kayaknya orang itu tuh nggak bakalan bisa hidup tanpa hadirnya si doi. Sampe bisa bertindak kejauhan kayak gitu. Lupa kali ya? Yang ngasih kehidupan kan Tuhannya, bukan si doi.
Barangkali dulu kamu pernah berdoa pada Tuhan untuk diberikan segala yang terbaik bagi hidup kamu. Inget ya, 'segala'. Ya berarti kalo misalnya nanti kamu punya masalah yang penyelesaiannya memang mengharuskan kamu dan dia untuk berpisah, ya udah. Kan minta yang terbaik dalam segala hal? Terus buat apa masih protes atau ngeluh? Itu kan permintaan kamu? Ya Tuhan kasih apa yang kamu minta jika itu memang yang terbaik. Kamu tau kan, kalau Tuhan itu Maha Mengetahui yang terbaik bagi hamba-Nya?
Seharusnya kamu bersyukur kalau Tuhan mematahkan hatimu. Kenapa? Karena mungkin, Tuhan punya maksud untuk menjuhkanmu dari seseorang yang hanya akan membuatmu terluka atau terlalu lama menunggu ketidakpastiannya padamu. Itu tandanya,Tuhan sedang menjagamu dari sosok yang tidak tepat. Tuhan pasti punya rencana yang jauh lebih baik. Siapa tahu, hari ini kamu patah hati, bisa jadi besok luka di hatimu sudah disembuhkan oleh Yang Maha Kuasa. Dan bahkan Tuhan menghadirkan sosok yang lebih tulus dari sebelumnya. Dia yang kalau datang izin, dan memang benar-benar ingin menetap, membimbing kamu, menjaga kamu, dan akan sekuat tenaga memperjuangkanmu. Jika nanti ada sosok ini, yakinlah bahwa dia tidak hanya dapat memberikan keindahan di dunia, bahkan kebahagiaanmu di hari akhir nanti akan terjamin.
Dengan kejadian patah hati ini, seharusnya kamu sebagai manusia yang berakal, jangan terlalu galau kalo ditinggal atau disakitin sama sosok yang jelas-jelas memang nggak jelas ke kamu. Balas dendamlah dengan cara yang baik. Maksudnya, berubahlah, perbaiki diri, buatlah orang yang dulu menyia-nyiakanmu merasa menyesal telah mengacuhkanmu. Dan yang pasti, kamu juga harus meluruskan niat, bahwa segala perbaikan yang kamu lakukan pada diri sendiri itu harus semata-mata untuk meraih Ridha-Nya. Bukan karena ingin dilirik kembali oleh masa lalumu. Mungkin kalimat balas dendam ini harus kamu artikan sebagai sebuah semangat. Maksudnya, jika dulu kamu merasa banyak salah dan dosa. Ya kamu balas dengan sebanyak-banyaknya kebaikan yang bisa kamu lakukan demi menutupi kesalahan dan juga dosamu.
Ditinggal pergi bukan berarti kamu akan sendiri. Justru kepergian itulah yang akan membawa kamu bertemu dengan sang pemilik rindu. Yang jika kamu mengingatnya, hati mu akan damai. Dan jika kamu beranjak menjauhi-Nya, hatimu akan resah. Dengan begini kamu akan sadar, betapa berharganya Dia yang selalu menunggu kehadiranmu. Walau hanya sekadar mengingat-Nya, tapi beribu nikmat akan kamu terima. Kamu juga harus ingat bahwa Dia tidak akan pernah meninggalkanmu sendiri. Dia pasti akan selalu menunggumu dan juga cintamu. Walaupun Dia tahu, jika kesedihan dan rasa sepi sudah pergi darimu, maka kamu akan kembali pergi dari-Nya. Iya, Dia memang sebaik itu.

Komentar
Posting Komentar