Pernahkah
kamu berada pada titik di mana segala usahamu hanya berakhir sia-sia? Setelah
semua pengorbanan yang kamu lakukan tak membuahkan hasil apapun. Tidak seperti
yang diharapkan. Rasanya seperti berada dalam titik rendah kehidupan. Terancam
musnah seperti spesies yang terus diburu sehingga tak lagi memiliki harapan
hidup yang lebih lama. Tidak hanya kamu yang merasakannya, tapi aku juga pernah
berada di posisi seperti itu.
Jujur, aku
tidak tahu bagaimana caranya bangkit di waktu itu. Yang bisa kulakukan hanyalah
merenung. Apapun yang telah kulakukan, berbagai kesalahan ataupun kebenaran
yang pernah kubuktikan semuanya aku renungkan. Memikirkan apa yang membuat
semua itu terjadi. Iya alasannya. Memang benar kan, sesuatu terjadi pasti ada
alasannya. Jika tidak ada, bagaimana sesuatu itu bisa terjadi?
Tidak hanya
merenung. Tapi juga mencari dan belajar. Mencari makna dan mempelajarinya.
Berusaha melihat segala sesuatu dari berbagai sisi dan menghilangkan ego
sejenak. Ini adalah sebuah usaha untuk berpikir jernih. Aku tidak bilang jika
cara ini akan menghilangkan masalah. Lagipula masalah itu hadir bukan untuk
dihilangkan atau dilalui begitu saja. Melainkan untuk dihadapi demi menemukan
sebuah makna dari yang terjadi. Cara itu adalah untuk membuka pikiran kita
tentang masalah yang terjadi. Cara untuk berpikir dewasa dalam menyelesaikan
masalah. Apapun yang terjadi dalam hidup ini pastilah memiliki makna. Baik atau
buruk, makna tidak akan memilih salah satu diantara kedua itu. Ia datang sesuai
dengan situasi seperti apa yang dapat merubah pola pikirmu yang salah dan harus
dibenarkan, agar tak mengulangi kesalahan konyol akibat pemikiranmu yang
bodoh.
Segala
sesuatu yang terjadi seringkali melahirkan sebuah takdir yang tak diinginkan.
Dan setelahnya, kita sebagai manusia hanya bisa menyalahkan takdir yang
jelas-jelas tak bersalah. Lucu kadang, kenapa harus menyalahkan takdir?
Bukankah takdir itu sudah ditetapkan sejak ruh ditiupkan ya? Jika sudah tau,
kenapa masih disalahkan?
Setiap kesalahan
pasti mengajarkan sesuatu yang tak bisa kita dapatkan di manapun. Jika akibatnya
telah kau hadapi dan kemudian berlalu bersama dengan proses, maka kamu harus
berguru pada kesalahan itu. Karena kalau bukan dari kesalahan, kamu belajar darimana
untuk memperbaiki diri? Kapan kamu bisa berpikir secara dewasa jika bukan dari
kesalahan?
Tuhan
menciptakan manusia tidak ada yang sempurna. Kenapa? Karena Tuhan tahu, bahwa
manusia ciptaannya pasti akan berusaha untuk menutupi kekurangannya itu dengan
kelebihannya masing-masing. Dengan cara apa? Melalui akal yang telah
dianugerahkan Tuhan. Manusia dibekali akal agar tingkah laku manusia tidak sama
seperti hewan. Dan jika manusia menggunakan akalnya dengan baik, maka pasti
mereka akan berpikir tentang bagimana caranya menjadi lebih baik.
Seburuk-buruknya
masalah. Sebuah makna yang berharga hanya dapat dipahami oleh mereka yang
berpikir. Karena hanya merekalah yang akan menjadikan masalah dari kesalahannya sebagai guru dalam
berbenah diri. Bukan malah menyalahkan takdir yang sering dianggap tak adil,
atau juga menganggap hidupnya sial. Mana mungkin Tuhan menciptakan manusia
untuk diberi kesialan? Bukankah Tuhan itu maha penyayang?
Lagipula
Tuhan tidak akan memberikan ujian di luar batas kemampuan hambanya. Lalu untuk
apalagi kamu menyia-nyiakan kesempatan pembelajaran berharga itu? Berpikirlah
positif. Belajarlah dari sebuah pengalaman. Jika kamu bisa belajar, tak hanya
pelajaran berharga yang kamu dapat, tapi
juga
kehidupan baru yang jauh lebih baik akan terlahir dari sosokmu yang semakin
didewasakan oleh kesalahan itu.

Komentar
Posting Komentar